Rabu, 28 September 2011

Jadilah Pemenang

Seorang pemenang selalu menjadi bagian dari solusi……
           Sedangkan seorang yang kalah, selalu menjadi bagian dari masalah.
            
Seorang pemenang akan berkata “biarkan saya membantu anda melakukannya”
Sedangkan orang yang kalah berkata “itu bukan urusan saya”.

Seorang pemenang akan melihat jawaban dari setiap persoalan…….
Sedangkan orang yang kalah melihat masalah dari setiap pertanyaan

Seorang pemenang akan berkata “hal itu mungkin sulit, tapi tidak ada yang mustahil”
Sedangkan orang yang kalah berkata “itu mungkin saja bisa di lakukan, tapi terlalu sulit”

Seorang pemenang akan melihat kesempatan di setiap persoalan……….
Sedangkan orang yang kalah melihat masalah di setiap kesempatan.

Seorang pemenang menjadi sumber inspirasi dan jalan keluar bagi orang lain……
Sedangkan orang yang kalah menanti seseorang untuk menjadi inspirasi dan jalan keluar bagi dirinya.

Hubungan yang terputus


“Seorang laki-laki tua bersahabat dengan seorang anak laki-laki remaja yang bekerja bersamanya di sebuah toko kerajinan kayu. Mereka sering bekerja bersama untuk memasang bagian-bagian rumit dari kerajinan kayu untuk di jual di toko-toko cinderamata lokal.

Suatu hari, anak laki-laki itu mencuri beberapa pahatan kayu di tempat itu. Laki-laki tua yang menyaksikan kejadian itu dari dapur tidak mengatakan apa-apa tentang kejadian itu. Namun beberapa hari kemudian anak itu tidak masuk kerja. Bahkan ketika mereka bertemu, anak itu mulai menjauh dan merasa malu. Persahabatan mereka yang dulunya begitu akrab, kini terputus. Keduanya seperti dua orang asing yang baru bertemu.

Hal yang sama terjadi ketika kita berbuat dosa. Akibat paling berbahaya bukanlah kerugian akibat tindakan kita yang salah, namun rusaknya hubungan kita dengan Allah. Hubungan kita yang akrab dengan Bapa sorgawi terputus, bukan karena Tuhan tidak ingin bersekutu dengan kita, namun karena kita yang bersembunyi dan menjauhkan diri dari-Nya. Namun karena kasihnya yang begitu besar, Yesus hadir dalam hidup kita untuk menghapus semua rasa malu, rasa tertuduh dan juga menanggung semua dosa kita. Hal ini Yesus lakukan, agar hubungan kita dengan Allah Bapa dipulihkan kembali.

Jika hari ini Anda merasa ada yang menjadi penghalang hubungan Anda dengan Bapa, apakah itu rasa bersalah, kemarahan, kebencian atau dosa lainnya, datanglah kepada Yesus. Akuilah dengan kerendahan hati semua yang telah Anda lakukan dan alami. Mintalah Yesus untuk memulihkan Anda, dan mencairkan kebekuan yang ada dalam hubungan Anda dengan Bapa.”